RSS

SINETRON "KERIS EMPU GANDRING" SINOPSIS EPISODE 1 - 12

Keris Empu Gandring Episode 2

Kekhawatiran Adipati Resoboyo tentang pergerakan mereka diketahui oleh pihak Bhumi Arum beralasan, apalagi mendadak munculnya mayat mata-mata dari Bhumi Arum di hadapan mereka. Pengirim mayat tersebut, Panji Kelana telah memperingatkan bahwa Bhumi Arum telah mencurigai mereka.

Di sisi lain, Ngabehi Singolodra, salah satu pemimpin kaum pergerakan yang menentang Bhumi Arum karena Bhumi Arum ternyata bersekutu dengan Kompeni Belanda, bertemu dengan RM Anom dan RA Nastiti, kedua pejuang muda dari Pengging. Mereka tidak sadar pertemuan mereka itu diawasi oleh Perwira Dhemit Wengi yang menyamar sebagai petani.

RM Anom menyerahkan kantong uang dan daftar nama para pejuang pada Ngabehi Singolodra. Begitu kedua pejuang muda Pengging pergi, Perwira Dhemit Wengi langsung menghampiri dan memaksa Ngabehi Singolodra untuk menyerahkan kantong uang dan daftar nama tersebut. Tentu Ngabehi Singolodra menolak sehingga Perwira Dhemit Wengi pun menjadi marah dan memerintahkan anak buahnya untuk menangkapnya. Perkelahian pun menjadi seru namun Ngabehi Singolodra berhasil meloloskan diri.

RM Anom dan RA Nastiti melaporkan pada Adipati Suryaningrat bahwa senjata dan mesiunya berhasil diselamatkan oleh Ngabehi Singolodra, namun sayangnya Ki Sentanu dan anak buahnya tewas. Semantara itu di atas atap rumah Suryaningrat, Panji Kelana mendengar semua pembicaraan itu. Adipati Suryaningrat berpesan pada dua anak muda itu agar berhati-hati karena pasukan Dhemit Wengi pasti akan mencari mereka.

Tumenggung Dhemit Wengi melapor pada Raja Amangkurat tentang kasak-kusuk kaum pergerakan di Banyu Biru yang menentang Raja dan Bhumi Arum. Ngabehi Sengkuni menegaskan bahwa kasak-kusuk itu bukan hanya di kadipaten belaka, melainkan juga di Bhumi Arum sendiri. Maka Ngabehi Sengkuni menyarankan agar menyebarjan mata-mata ke segala wilayah untuk membasmi kaum penentang Raja.

Selain menyebarkan mata-mata, Ngabehi Sengkuni pun membuat rencana untuk menciptakan kerusuhan-kerusuhan apabila ada yang bersemangat mendukung kaum pemberontak. Dengan begitu bisa menimpakan kesalahan pada pendukung pemberontak. Raja Amangkurat senang mendengar ide Ngabehi Sengkuni. Ia lalu memerintahkan membuat anggaran yang diambil dari bantuan Kompeni Belanda untuk memata-matai orang kasak-kusuk itu. Raja Amangkurat benar-benar sangat marah lantaran ada yang berani menentang kekuasaannya.

Keris Empu Gandring Episode 3

Yutala heran melihat Dewi Utari selalu gelisah dan menyendriri. Ia menduga saudara seperguruannya itu sedang jatuh cinta. Ternyata benar, Dewi Utari sedang kasmaran pada Panji Kelana. Sementara itu, Kumara memberitahu Panji Kelana bahwa gadis yang dicintainya itu bukanlah dari golongan manusia, melainkan bangsa siluman. Tapi Panji Kelana tidak percaya.

Raja Bajul mengakui kalau Panji Kelana itu hebat.Tak bisa ia kalahkan. Hal ini membuatnya tidka bisa tenang karena merasa tidak bisa mendapatkan Dewi Utari. Bajul Boga menyarankan Raja Bajul agar menyamar menjadi Panji Kelana. Raja Bajul gembira mendengar saran itu.

Raja Amangkurat di peraduannya yang besar, tidur ditemani oleh beberapa selir. Tetapi pikiran Amangkurat tetap tertuju pada Pandawangi. Ia benar-benar kasmaran berat pada Pandanwangi, istri Pangeran Ragil, adik tirinya itu. Pangeran Ragil melapor pada Raja Amangkurat bahwa menurut Demang Singosari berita tentang munculnya Keris Empu Gandring hanya kabar belaka.

Tetapi Ngabehi Sengkuni yang licik itu membantah pernyataan Pangeran Ragil. Menurut wangsit yang didapatnya di Segoro Kidul, Keris Empu Gandring yang digunakan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung, akan muncul saat Pulau Jawa dilanda bencana alam yang dahsyat. Agar keris itu tidak jatuh ke tangan orang yang membahayakan Bhumi Arum, Raja Amangkurat memerintahkan mencari keris tersebut. Ia ingin menguasai keris berdarah itu agar jagad raya bisa dikuasainya.

Tumenggung Dhemit Wengi melapor pada Ngabehi Sengkuni bahwa rombongan Ki Sentanu membawa mesiu dan senjata lewat Banyu Biru. Namun perwira andalan Tumenggung Dhemit Wengi, Arya Kenanga yang ditugaskan menghadang rombongan itu tewas. Belum lagi kabar Ngabehi Singaoldra kasak-kusuk dengan dua anak muda dari Pengging. Ngabehi Sengkuni murka mendengar laporan itu, mengapa Banyu Biru kasak-kusuk dengan Pengging.

Pangeran Ragil cemas memikirkan Bhumi Arum yang semakin memprihatinkan. Tetapi Raja Amangkurat tidak peduli. Sementara itu, Dewi Utari gembira bertemu dengan pujaan hatinya, Panji Kelana. Dia tidak sadar bahwa Panji Kelana di hadapannya itu palsu, jelmaan buaya siluman, siapa lagi kalau bukan Raja Bajul. Panji Kelana memeluk Dewi Utari dengan mesra. Tiba-tiba terdengar suara Ki Pancapana memanggil. Dewi Utari buru-buru melepaskan diri dan berlari ke arah kakeknya.

Panji Kelana palsu buru-buru menghilang karena tidak berani berjumpa kakek Dewi Utari itu. Ketika Ki Pancapana menegur Dewi Utari yang pergi tanpa pamit. Dewi Utari menjawab ia pergi mencari calon suami dan kini telah menemukannya. Ketika Dewi yang sedang gembira hendak memperkenalkan Panji Kelana, namun kecele. Ki Pancapana jadi marah dan melarang cucunya bersuamikan Panji Kelana sebab Panji Kelana itu bukanlah pria setia, baru ditinggal sebentar saja sudah pergi.

Keris Empu Gandring Episode 4

Raden Mas Anom berlatih silat bersama Raden Ayu Nastiti. Tiba-tiba tiga pembunuh bayaran yang disewa pengkhianat Adipati Suryaningrat datang menyerang mereka. Mereka kaget mendapat serangan yang tak terduga itu. Raden Ayu Nastiti bertempur melawan Warok Satu sedangkan RM Anom menyerang Warok Dua dan Warok Tiga. Namun kedua pejuang itu terdesak hebat lantaran ketiga lawan mereka itu ternyata memiliki ilmu tinggi.

Kyai Pengging berusaha membantu kedua muridnya itu, namun juga terdesak. Malah ia terkena serangan lawannya dan muntah darah. Kini ketiga warok bersiap-siap menghabisi RA Nastiti dan RM Anom. Tiba-tiba terjadi perubahan drastis. Tanpa disadari pihak yang bertempur, muncul enam perwira bawahan Tumenggung Dhemit Wengi. Ketiga Warok itu kaget dan dalam beberapa gebrakan, mereka tewas tanpa kepala. Enam perwira tersebut lantas menawan RA Nastiti dan RM Anom yang sudah tidak berdaya lagi.

Panji Kelana yang sedang duduk memikirkan Retno Dumilah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh kaki kuda. Ia kaget melihat RA Nastiti dan RM Anom ditawan. Namun Panji Kelana tak bernafsu mengejar mereka. Ia malah menyusuri ke arah berlawanan. Maka sampailah Panji Kelana ke Padepokan Pengging. Dia kage menemukan ketiga Warok yang dikenalnya sebagai Tiga Bersaudara Suromenggolo telah tewas. Panji Kelana pun heran memikirkan siapa yang mengirim mereka.

Tiba-tiba ia mendengar suara rintihan Kyai Pengging. Panji Kelana bergegas menolong pendekar tua itu. Panji Kelana memberitahu Kyai Pengging bahwa kedua muridnya telah dibawa para perwira Dhemit Wengi. Mendengar RM Anom dan RA Nastiti bekerja pada Adipati Suryaningrat, Panji Kelana mulai mengerti kalau kedua murid Kyai Pengging itu telah mendapat informasi dari Ngabehi Singolodra bahwa mesiu dan dokumen itu disembunyikan.

Kyai Pengging pun cemas bahwa tentu kedua muridnya akan disiksa oleh Tumenggung Dhemit Wengi. Dugaannya tidak keliru karena para perwira Dhemit Wengi memang sengaja menangkap mereka untuk dikorek keterangannya. Walau RM Anom dan RA Nastiti disiksa cukup hebat, kedua pendekar muda itu tetap bungkam, tidak sudi memberikan secuil pun informasi pada Tumenggung Dhemit Wengi.

Panji Kelana mengajak Kyai Pengging membantunya untuk memindahkan peti-peti mesiu yang disembunyikan Ngabehi Singolodra. Untuk menuju ke gua persembunyian mesiu itu, mereka harus melalui hutan Gondo Mayit. Mereka diserang oleh gerombolan manusia monyet. Terpaksalah mereka memberikan perlawanan pada para penyerang mereka. Tiba-tiba terdengar suara siulan nyaring meling tajam yang membuat mereka pekak.

Tak lama kemudian muncul Nyi Gondo Mayit yang masih memiliki kaitan dengan Ny i Roro Kidul. Kyai Pengging buru-buru meminta maaf karena mengganggu ketenangan Nyi Gondo Mayit. Tetapi Nyi Gondo Mayit yang merupakan lelembut penguasa hutan itu tidak marah dan memaafkan mereka. Tetapi ia juga berkata bahwa pada suatu hari Panji Kelana harus membayar kekurang-ajarannya. Nyi Gondo Mayit pun melemparkan sekuntum bunga kamboja pada Panji Kelana. Setelah itu ia dan anak buahnya menghilang ....

Keris Empu Gandring Episode 5

Panji Kelana dan Kyai Pengging diserang oleh para prajurit panah. Tapi anak-anak panah itu tak berhasil mengenai mereka. Empat Perwira Banyubiru melompat ke hadapan Panji Kelana dan Kyai Pengging. Panji kaget mendengar para perwira itu menuduhnya membunuh Ngabehi Singalodro. Panji membantah tuduhan itu.

Keempat perwira itu marah menyerang Panji Kelana hingga terjadi pertarungan seru. Panji dan Kyai Pengging berhasil membunuh keempat perwira Banyu Biru itu. Melihat keempat para pimpinan mereka tewas, para parjurit Banyubiru melemparkan senjata-senjata mereka kabur meninggalkan tempat itu.

Adipati Suryaningrat bersama prajuritnya menggunakan dengan rakit menyusuri sungai menuju ke goa tempat penyimpanan mesiu. Sementara itu Panji Kelana dan Kyai Pengging sedang memindahkan peti-peti mesiu dari dalam goa ke atas bukit.

Perwira II bersama para prajurit Demit Wengi menyeruak kebon singkong dipandu oleh seorang prajurit Banyubiru, mencari tempat Ki Sentanu dan Arya Kenanga dikubur. Akhirnya mereka menemukan gundukan-gundukan tanah. Perwira II memerintahkan prajuritnya membongkar gundukan tanah itu. Mereka menemukan Ki Sentanu dan Arya Kenanga serta beberapa prajurit Demit Wangi yang telah membusuk. Agar rahasia penggalian kuburan itu tidak tercium pihak lawan. Perwira II membunuh prajurit Banyubiru itu.

Mayat Arya Kenanga dan Ki Sentanu dibawa ke Markas Pasukan Demit Wengi. Tyumenggung Wiraguna memerintahkan untuk melakukan penguburan secara terhormat bagi Arya Kenanga dan anak buahnya. sedangkan mayat Ki Sentanu dimusnahkan.

Adipati Suryaningrat dan anak buahnya tiba di pinggir tebing tempat penyimpanan mesiu. Panji Kelana yang baru saja selesai menaikkan peti-peti mesiu kaget ketika mengetahui kedatangan Adipati Suryaningrat dan prajuritnya.

Adipati Suryaningrat dan anak buahnya kaget menemukan mayat empat Perwira Banyubiru. Dan Adipati Suryaningrat sangat berang ketika mengetahui mesiu dan senjata sudah tidak ada lagi di dalam goa.

Keris Empu Gandring Episode 7

Dewi Utari dan Yutala terbang menggandeng Kumar mengejar Kala Janggi yang menculik Diman di anak Pancawala. Bersamaan itu pula Nyi Gondo Manyit terbang melintasi bukit dan sampai didepan gua Siluman Srigala. Mulut patung Siluman Srigala Merah itu tertutup rapat. Nyi Gondo Manyit yakin Kala Janggi tinggal disitu. Ia berteriak menantang Kala Janggi. Dari dalam goa terdengar suara Kala Janggi menyuruh Gondo Manyit berguru lagi kalau ingin melawannya.

Nyi Gondo Manyit marah melancarkan pukulan menghantam mulut itu. Terjadi ledakan dahsyat. Namun patung itu tak bergeming cuma asap tebal yang menyebar. Terdengar suara Kala Janggi tertawa. Dari mulut patung meluncur sinar-sinar laser menghantam Nyi Gondo Manyit hingga terlempar, terbanting ke tanah. Nyi Gondo Manyit bangkit sambil mendekap dadanya yang sakit. Kala Janggi menyuruh Gondo. Moncong Patung Srigala bergerak ke arah Nyi Gondo Mayit. Tapi Nyi Gondo Manyit dengan cepat melompat pergi.

Karena tak sanggup menghadapi Kala Janggi, Nyi Gondo pun pergi bersemedi di pantai selatan memohon petunjuk pada Nyi Roro Kidul. Nyi Gondo Manyit kemudian mendengar petunjuk Nyi Roro Kidul. Kala Janggi yang memantau lewat ilmu magisnya tertawa mendengar Nyi Roro Kidul menyuruh Nyi Gondo Manyit harus bertapa selama 100 tahun kalau ingin mengalahkan dirinya.

Rangga Sepuh sedang membicarakan munculnya pedang Kelabang Seribu. Tapi ia bingung karena dalam semua babad kisah tidak pernah mencatat nama pedang itu. Kwik Bun Khing menjelaskan menurut pamannya didekat pangkal pedang ada gambar kelabang dan bentuknya tidak wajar. Tiba-tiba semuanya kaget ketika terdengar suara Ki Brotoningrat, tak lama kemudian orangnya muncul nangkring di dahan pohon di depan halaman rumah Rangga Sepuh.

Ki Brotoningrat pun memberitahukan pada Rangga Sepuh dan Wong Batavia bahwa Pedang Kelabang Seribu dan Keris Empu Gandring berasal dari biji besi yang sama. Kelak keris itu akan ditemukan oleh seorang bocah. Setelah mengucapkan itu Ki Brotoningrat melompat pergi.

Seorang Perwira melaporkan pada Ngabehi Sengkuni, Panji Kelana dan Kyai Pengging yang terluka berada dirumah Retno Dumilah. Tumenggung Demit Wengi menyarankan untuk menangkap keduanya tapi Ngabehi Sungkeni tidak mau berurusan dengan Retno Dumilah sebab hal itu bisa menyulitkan mereka. Namun ia menyuruh Tumenggung Demit Wengi memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi kedua buronan itu. Kemudian memerintahkan untuk menangkap Adipati Suryaningrat karena Adipati Suryaningrat banyak menyimpan rahasia yang mereka butuhkan.

Keris Empu Gandring Episode 8

Ngabehi Sengkuni kaget mendengar Ki Brotoningrat menggagalkan para prajurit Demit Wengi menangkap Panji Kelana dan Kyai Pengging. Ia khawatir kalau Ki Brotoningrat dan Retno Dumilah sudah turut campur tangan, tentu akan banyak lagi orang-orang aneh yang turun gunung. Kalau hal itu terjadi, tentu akan membahayakan mereka.

Nyi Gondo Manyit memanfaatkan Dewi Utari untuk melawan Kala Janggi, karena tahu Dewi Utaru sedang memburu Kala Janggi. Dewi Utari sendiri minta petunjuk dari kakeknya untuk masuk ke goa sarang Kala Janggi. Maka Ki Pancapana memberikan petunjuk agar Dewi Utari mempergunakan ilmu Tabir Sukma untuk menembus Tabur Gaib Kala Janggi. Pada kesempatan itu, Nyi Gondo Manyit menyamar sebagai Kala Janggi untuk mengelabui Dewi Utari dan Yutala.

Di hadapan Dewi Utari dan Yutala, Kala Janggi palsu terbang membawa Panji Kelana palsu. Tentu saja Dewi Utari memburu Kala Janggi palsu yang membawa kekasihnya yang berteriak-teriak minta tolong. Kala Janggi asli jadi marah begitu tahu kelicikan Nyi Gondo Manyit. Namun belum sempat berbuat apa-apa, ia keburu bertemu Dewi Utari dan Yutala yang baru sampai di muka goa Serigala Merah. Begitu melihat Kala Janggi, kedua gadis peri itu marah dan langsung menyerang Kala Janggi. Terjadilah pertempuran dahsyat antara kedua belah pihak.

Kesempatan itulah dimanfaatkan Nyi Gondo Manyit untuk menyusup masuk ke goa. Sampai ke dalam, NYi Gondo Manyit pun menyaru sebagai prajurit agar lebih leluasa bergerak. Dalam waktu tidak lama, Nyi Gondo Manyit menemukan yang dinginkannya, yaitu Diman, anak pancawala. Dewi utari dan Kala Janggi yang sedang bertempur menjadi kaget ketika melihat Nyi Gondo Manyit keluar dari goa, kabur membawa Diman. Kala Janggi pun murka dan langsung mengejar Nyi Gondo Manyit sembari memerintahkan anak buahnya turut mengejar. Dewi utari dan Yutala pun tidak mau ketinggalan mengejar Nyi Gondo Manyit.

Akankah Kala Janggi serta Dewi Utari dan Yutala berhasil mengejar Nyi Gondo Manyit ? Kemanakah Panji Kelana asli ?

Keris Empu Gandring Episode 9

Mangkuningrat senang Bhumi Arum telah aman dari begal dan kecu. Tapi ia sangat berang Ngabehi sengkuni yang belum berhasil mendapatkan informasi yang akurat mengenai keris Empu Gandring. Melihat Ngabeni Sengkuni dan Tumenggung Wirayudha dimarahi Mangkuningrat, Pangeran Ragil memberitahukan pertemuannya dengan Ki Brotoningrat . Dan menganjurkan Mangkuningrat menanyakan perihal keris itu pada Ki Brotoningrat.

Kumar curiga melihat Krepes memborong kembang di pasar. Ternyata kembang pesanan Nyi Grondo, Manyit untuk upacara sesaji. Kala Janggi yang terbang melihat Kumar mengendap-ngendap dibalik pohon. Ia mendarat dan malih rupa jadi lelaki gendut Ia tegur Kumar. Tanpa menoleh Kumar menyuruhnya diam sambil menempelkan jarinya ke bibir. Seperti yang latah si gendut kuga menempelkan jarinya ke bibir. Dan bertanya lagi, Kumar bilang jangan keras-keras nanti Nyi Gondo Manyit dengar.

Lelaki gendut heran bertanya mana Nyi Gondo Manyitnya ? Kumar tercengang melihat lelaki gendut di depannya. Siapa kamu ? Lelaki Gendut menyuruh Kumar memanggilnya Gendut. Kumar heran mendengar Si Gendut bilang Nyi Gondo Manyit si perempuan jelek, perawan tua yang tidak laku. Tidak apa-anya dibandingkan Kala Janggi. Kemudian Si Gendut bertanya mau apa Nyi Gondo Manyit ditempat itu ? Kumar bilang mana aku tahu, ikuti saja nanti kita akan tahu.

Sementara itu Dewi Utari dan Yutala sudah berada di dalam goa. Nyi Gondo Manyit memasuki goa, marah melihat Dewi Utari dan Yutala disitu. Perkelahian terjadi. Gendut berubah jadi Kala Janggi menyerang Nyi Gondo Manyit. Perkelahian tambah seru. Tapi akhirnya Dewi Utari dan Yutala berhasil merebut anak Pancawala itu, mereka diserahkan pada Tumenggung Jati Kesuma. Semuanya lega anak Pancawala itu tidak akan diincar lagi oleh orang-orang yang memiliki ilmu hitam, karena ia telah disunat.

Mangkuningrat mengundang Ki Brotoningrat. Ia telah menyediakan kambing guling dan makanan yang enak-enak untuk tamu istimewanya itu. Tapi sampai larut malam yang diundang tidak kunjung datang. Tapi sebetulnya Ki Brotoningrat telah hadir diatas pohon halaman samping rumah Mangkuningrat. Hidung Brotoningrat kembang kempis mengendus-endus harumnya kambing guling. Ia lalu membaca mantera sirep. Seketika itu juga semuanyapun jatuh tertidur.

Ki Brotoningrat mendarat, mereguk minuman tuak dan menyantap kambing guling. Dasar Ki Brotoningrat yang iseng. Ia mengentuti Ngabehi Sangkuni, Tumenggung Wirayudha dan Mangkuningrat. Setelah itu ia tertawa mengakak meninggalkan tempat itu. Mangkunigrat yang kenyang dikentuti itu terbangun dan membangunkan Ngabehi Sangkuni dan Tumenggung Wirayudha Mangkuningrat heran menemukan keris Ngabehi Sangkuni tertancap di kambing guling. Mangkuningrat menyadari hanya orang yang berilmu tinggi yang bisa membuat orang tertidur pulas.

Apa yang akan dilakukan Mangkuningrat selanjutnya ? Bagaimana pula kisah Ki Brotoningrat dn pendekar sakti lainnya?

Keris Empu Gandring Episode 11

Wanapati dan Kumar sampai di lembah Siluman Buaya dan memasuki Istana Silmuan Buaya. Wanapati cemas karena tidak bisa menemukan Kalyana Tantri di penjara. Pak Sais menjelaskan Kalyana Tantri hendak dikawinkan dengan Raden Samba.

Pesta Perkawinan sudah digelar Guru Besar Siluman Buaya. Nyi Gondo Mayit dan para tamu lainnya telah berdatangan. Mereka pun menyaksikan hiburan adu olah kanuragan. Wanapati diam-diam menyelinap ke ruang rias pengantin, membebaskan Kalyana Tantri. Tentu saja Raden Samba murka emndengar pengantinnya kabur. Namun Dewi Nisbi punya cara lain untuk merebut kembali Katyana Tantri.

Wanapati, Kalyana Tantri, Kumar dan Pak Sais telah keluar dari Istana Siluman Buaya. Mereka gembira melihat ada kereta lewat. Pak Sais pun menyetop kereta kuda itu dan mereka lalu menumpangnya. Tetapi Wanapati jadi curiga ketika melihat kusir kereta itu punya ekor. Ia segera tahu bahjwa kusir tersebut adalah Siluman Buaya. Kusir marah ketika rahasianya ketahuan sehingga menyerang Wanapati. Perkelahian seru pun terjadi namun pada saat bersamaan Kalyana Tantri lenyap, direbut kembali Dewi Nisbi.

Adipati Sedayu masih penasaran tentang kematian Ngabehi Singalodra. Makanya ia masih tidak tega mencari penggantinya. Walaupun para perwiranya mendesak agar kekosongan jabatan ngabehi itu segera terisi, mengingat keadaan di Kadipaten Banyu Biru semakin tidak aman. Raden Mas Kedawung menyampaika pada Romonya bahwa tersebar isu romonya menyembunyikan senjata dan mesiu dan itulah yang menyebabkan Ngabehi Singalodra dibunuh. Sementara itu pasukan yang dipimpin Tumenggung Demit Wengi telah memasuki wilayah Kabupaten Banyu Biru.

Adipati Sedayu merasa dirinya telah difitnah karena ia memang tidak tahu menahu soal senjata dan mesiu yang dituduhkan padanya. Untuk keselamatan putranya, maka Adipati Sedayu menyuruh Raden Mas Kedawung pergi ke Kadipaten Karang Gede. Tumenggung Demit Wengi menyuruh penjaga kadipaten Banyu Biru menyampaikan pada sang Adipati kalau ia ingin bertemu. Tidak heran jika Adipati Sedayu cemas dan menyuruh putranya segera menyingkir.

Apa yang diinginkan Tumenggung Demit Wengi dari Adipati Sedayu ? Bagaimana Adipati Sedayu membela dirinya ?

Keris Empu Gandring Episode 12

Di sebuah rumah makan, Wanapati tertarik mendengar percakapan Orang A dan Orang B bahwa Minto dan Jawul yang mau mencari pesugihan ke Gunung Sumbing telah melihat seorang lelaki dan perempuan terbang membopong seorang gadis ke puncak gunung tersebut.

Wanapati lalu mengajak kuamr untuk menemui Minto sebab ia curiga kalau gadis yang dibawa terbang itu adalah Kalyana Tantri. Tetapi sayang mereka terlambat karena Minto telah tewas dengan tubuh gosong. Wanapati pun berencana untuk pergi ke puncak Gunung Sumbing. Ia lalu mengajak Kumar ke rumah yang mereka sewa.

Alangkah kagetnya mereka karena rumah sewaan mereka berantakan seperti habis diacak-acak orang. Wanapati duduk bersemedi. Tak lama kemudian muncul seekor ular sanca ke hadapan Wanapati. Ular itu berubah menjadi Kumaragosa yang lalu duduk bersila di hadapan Wanapati. Kumaragosa bertanya kenapa Wanapati memanggilnya.

Wanapati ingin tahu siapa yang telah merusak rumahnya. Kumaragosa memberitahunya bahwa yang merusak rumah Wanapati tidak lain adalah Raden Samba yang kini telah pergi ke puncak Gunung Sumbing. Wanapati meminta Kumaragosa mengantarnya. Maka Kumaragosa pun membawa Wanapati dan Kumar terbang ke gunung tersebut.

Ketika sedang mengangkasa, Kumaragosa tahu bahwa di belakang mereka ada musuh. Ia lalu membawa Wanapati dan Kumar bersembunyi di balik awan. Dan tak berapa lama kemudian muncul Raden Samba, Gagarangan, Bengkarawan dan Marukusumi melintasi awan tempat mereka bersembunyi.

Kala Janggi kaget mendengar Nyi Gondo Manyit menculik Kalyana Tantri untuk dikawinkan dengan Raden Samba. Menurut ramalan, anak dari perkawinan Kalyana Tantri akan menurunkan raja-raja besar Tanah Jawa. Tidak heran jika ia jadi ingin tahu. Lewat Kaca Lopian-nya, Kala Janggi melihat seorang gadis cantik tingsan terbaring di hadapan Nyi Gondo Manyit dan Roro Sumbing. Dalam benak Kala Janggi muncul niatnya terhadap Kalyana Tantri.

Mungkinkah niat Kala Janggi terhadap Kalyana Tantri pun sama dengan niat Nyi Gondo Manyit ? Apa yang akan terjadi selanjutnya?



Courtesy of Indosiar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS